Culture beyond the Classroom

Mencegah Sopir Tak Ugal-Ugalan


RENCANA kenaikan gaji sopir bus TransJakarta menjadi Rp5 juta mungkin hanya salah satu dari sekian solusi agar sopir tidak ugalan-ugalan. Namun dengan hanya melakukan pendekatan gaji, tentunya penyelesaian atas berbagai kasus bus TransJakarta menjadi tidak komprehensif.

Berbagai kasus kecelakaan dan insiden yang melibatkan bus TransJakarta baik itu tabrakan ataupun kebakaran, tidak semata-mata karena aspek gaji yang kecil. Bisa jadi aspek lainnya juga perlu dilakukan perbaikan seperti soal perawatan dan pengecekan sparepart. Banyak sekali kejadian bus ini terbakar tanpa penyebab yang jelas. Bahkan ada yang terbakar saat mengisi bahan bakar. Itu semua menunjukkan lemahnya pengecekan kesiapan armada. 

Jadi kemudian pantas dipertanyakan apakah dengan menaikkan haji sopir menjadi Rp5 juta lantas berbagai insiden akan berakhir. Belum tentu. Apakah sikap ugal-ugalan sopir juga berakhir? Belum tentu juga.

Penyelesaian masalah bus TransJakarta ini selayaknya diikuti dengan perbaikan dari hulu sampai hilir. Yang pertama terkait proses rekrutmen SDM. Baik itu sopir maupun teknisi harus mumpuni. Misalnya saja bisa saja sopir harus sarjana karena akan mendapatkan gaji cukup besar. Tapi hal yang terpenting dia harus memiliki jiwa melayani. Harus memiliki jiwa yang bertanggung jawab. dan yang terpenting juga harus bisa mengendalikan emosinya karena dengan jalanan di Jakarta yang supersemrawut dipastikan emosi sopir pun akan terganggu.

Demikian juga dengan teknisi. Mereka juga harus bisa bekerja optimal dan tidak asal-asalan. Bisa saja mereka secara sklill supercanggih, namun tanpa adanya jiwa melayani dan tidak bertanggung jawab, dapat membuat mereka bekerja asal-asalan. Ujung-ujungnya pengecekan armada pun tidak optimal dan cenderung sembarangan.

Jadi semestinya aspek psikologis pantas dikedepankan. Jika psikologis mereka labil, maka dipastikan kerja mereka pun akan tidak terkendali dan cenderung ugal-ugalan. Dan terpenting, tidak ada kolusi dalam proses penerimaan pegawainya.

Itu pun belum cukup. Untuk mendukung moda transportasi massal ini memang diperlukan jalur khusus yang lebih aman dan nyaman. Banyak sekali koridor busway yang sangat membahayakan bagi pengendara kendaraan lain dan akhirnya rawan kecelakaan. Untuk itu penataan ulang pantas dilakukan. Karena banyak pemberitaan menyebutkan bus TransJakarta dirusak warga karena menabrak pejalan kaki atau pengendara kendaraan lainnya.

Kemudian yang harus disiapkan juga adalah soal tempat-tempat khusus untuk pengisian bahan bakar, terutama yang menggunakan bahan bakar gas (BBG). Lokasi-lokasinya pun harus tepat dan tidak menimbulkan masalah baru. Jika terjadi insiden atau apapun tidak akan mengganggu warga lainnya.

Beberapa poin di atas tentu saja hanya bagian kecil dari upaya memperbaiki moda transportasi yang main diminati warga Jakarta ini. Kami percaya, Pemprov dan pengelola bus TransJakarta masih menyimpang segudang langkah untuk meningkatkan kinerja mereka. Semoga saja, dengan ikhtiar yang baik dan benar, moda transportasi ini makin menunjukkan kelasnya.

Filed under: INDONESIA KU, MISTERY, MOTIVASI, SPECIAL NEWS

One Response

  1. Evi says:

    Mengatasi sopir ugal2an dengan menaikan gaji sama seperti mengobati kanker dengan betadine ya. Mengatasi sopir ugal2an utamanya membenahi masalah mental, yang kemudian diikuti oleh pembenahan seluruh manajamen perusahaan..Begitu pendapat saya. Tulisan yang menarik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Download Area RSS

free counters

%d bloggers like this: