Culture beyond the Classroom

Dijamin masuk Neraka


Hell

la masih paman Rasulullah . Namanya Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. la dipanggil dengan Abu Lahab karena wajahnya memancarkan cahaya. Meski demikian, sikapnya tidak mencerminkan pancaran wajahnya. Sangat jauh berbeda dengan Abu Thalib, paman Rasulullah  yang juga enggan masuk Islam. Tapi Abu Thalib mengambil peran berbeda dalam mensikapi dakwah Rasulullah .

Abu Lahab mengambil sikap sebaliknya. Sedari awal ia menentang Rasulullah  Sejak era dakwah terbuka dikumandangkan. Sejak Rasulullah mengumpulkan pemuka Quraisy di bukit Shafa dan menyerukan dakwah. Meski ia tahu benar siapa keponakannya itu. la adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya. Namun api angkara menenggelamkan semuanya.

“Celakalah engkau untuk selama-lamanya. Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?” Itulah ucapan yang terlontar dari Abu Lahab, saat Rasulullah saw mengajak orang-orang Quraisy beriman kepada Allah swt , dan mengakui Muhammad utusan-Nya. Pemberontakan dari keluarga dekat yang diabadikan di dalam al-Qur’an.

Allah  mengabadikan kisahnya di dalam al-Qur’an bukan sebagai bentuk penghormatan, tapi pelajaran berharga. Bahwa penentang dakwah bisa datang dari mana saja. Tidak menutup kemungkinan keluarga dekat yang diharapkan sebagai pendukung dakwah justru menjadi penghalang di garis depan.

Abu Lahab tidak main-main dengan ucapannya. la tunjukkan penentangannya dengan cara mengikuti kemana pun Rasulullah  melangkah.  la terus menguntitnya di belakang. Dan memberikan sanggahan atas apa yang disampaikan Rasulullah itu.
Rabiah bin lbad dari Bani Dail menceritakan pengalaman pertama bertemu Rasulullah saw di saat ia belum masuk Islam. ‘Aku melihat Rasulullah di zaman jahiliah di pasar Dzil Majaz. Rasulullah menyeru, “Hai sekalian manusia, katakanlah tiada Tuhan selain Allah swt, niscaya kalian akan selamat.”

Orang-orang pun mengeremuni Rasulullah . Mereka ingin mendengarkan lebih jauh apa yang disampaikannya.
Setelah Rasulullah  selesai berbicara, seseorang yang wajahnya memancarkan cahaya -yang sedari tadi berada di belakang Rasulullah  angkat bicara. “Sesungguhnya dia adalah orang yang murtad. la seorang pendusta.” Laki-laki itu selalu mengikuti kemana Rasulullah  pergi. Maka aku (Rabiah bin lbad) bertanya siapakah sebenarnya dia? Orang-orang mengatakan itu adalah pamannya. Abu Lahab namanya.”

Dalam Surat al-Masad, Allah  membalikkan pernyataan Abu Lahab. Bukan Rasulullah  yang akan celaka. justru dirinyalah yang mendapat kehinaan. Lihatlah bagaimana akhir perjalanan Abu Lahab. Abu Lahab memang tidak terbunuh di medan Badar, seperti halnya Utbah bin Rabiah. Tapi kematiannya yang hanya berselang tujuh hari dari peperangan Badar tidak terlepas dari kekalahan yang diderita kaum musyrikin Quraisy. Abu Lahab tidak sanggup menerima kabar itu hingga ia ticlak bertahan lebih dari tujuh hari dari perang Badar. Biarlah Abu Rafi’, seorang pembantu Abbas bin Abdul Muthalib yang menyembunyikan ke Islamannya mengisahkan kematian Abu Lahab.

“Demi Allah, Abu Lahab hanya bertahan hidup tujuh hari setelah itu (Perang Badar). Itu pun Allah menimpakan penyakit di sekujur tubuhnya, berupa luka bernanah. Padahal bangsaArab sangat jijik terhadap penyakit ini. Maka sanak keluarganya tidak mau mengurusnya. Setelah meninggal pun jasadnya ditelantarkan hingga tiga hari. Mereka tidak berani mendekatinya dan tidak berusaha untuk menguburnya. Namun, karena takut mereka akan dicemooh sebagai akibat dari tindakan ini, mereka pun membuatkan sebuah lubang di dekatnya, lalu mendorong tubuhnya masuk ke dalam lubang itu. Kemudian mereka menimbun lubang kuburan dengan cara melemparkan bebatuan dari kejauhan.” (Siroh Nabawiyah, Shafiyyur Rahman al-Mubarakfuri: 297).

Filed under: ISLAM, MISTERY, MOTIVASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Download Area RSS

free counters