Culture beyond the Classroom

Hati Antara Cinta & Benci pada si Dia? Reparasi Saja!


MENGAPA sebagian pasangan kekasih mampu menjaga cinta dengan baik sementara sebagian lain terseok-seok melakukannya? Ada banyak alasan, tapi salah satu hambatan terbesar dalam hubungan adalah pikiran dan sikap negatif.

Pakar hubungan Carolyn Kaufman PsyD memaparkan cara terbaik untuk menjaga arus komunikasi terbuka dan menjaga pasangan dari perilaku negatif.

Katakan tidak pada pengaruh negatif

Sebuah pandangan negatif, sesuatu yang Carolyn sebut sebagai Sentiment Negative Override (NSO) menjadi perusak hubungan yang sangat kuat pengaruhnya.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa NSO memengaruhi sebuah hubungan 80-90 persen dari waktu ke waktu,” katanya, seperti dikutip Sheknows.

Ia turut mengutip empat perilaku negatif, meliputi kritik, defensif, diam, dan penghinaan. Jika Anda mengakui perasaan bak berada di antara cinta dan benci serta tidak tahu apa yang salah dalam hubungan, coba berceminlah dengan perilaku Anda.

Terapkan sikap positif

Pada sisi sebaliknya, pandangan positif atau Sentiment Positive Override (PSO) akan membawa Anda berdua pada hubungan yang jauh lebih sehat. PSO ini dibangun pada komunikasi nonverbal sederhana yang menunjukkan bahwa Anda peduli pada si dia, seperti menghargai, rasa kagum, minat, ketulusan, bijaksana, selera humor yang baik, tersenyum, ciuman, dan sebagainya.

Sukses vs kegagalan

Apa yang membuat sebuah hubungan lebih berhasil ketimbang hubungan yang lain? Ini semua bermuara pada berapa banyak usaha dan kesediaan Anda untuk saling menghormati meski selesai bertengkar.

Jika Anda ingin hubungan berjalan langgeng, sudah waktunya untuk membuang jauh kebiasaan buruk dan mereparasi cinta, berikut ini kiatnya:

1. Kritik—menyerang pasangan bukannya mengatasi masalah. Jika masalahnya adalah karena dia selalu terlambat, bahaslah bagaimana kekecewaan Anda, bukan melemparkan kata-kata hinaan.

2. Defensif—menempatkan semua kesalahan pada orang lain tanpa mengambil tanggung jawab sendiri. Ya, kadang-kadang semua adalah salahnya, tetapi butuh dua orang untuk memulai sebuah argumen, bukan?

3. Diam—diam seribu bahasa bukannya terbuka untuk membahas masalah. Sikap diam tidak akan menyelesaikan apapun. Anda perlu berbicara untuk melalui berbagai hambatan dalam hubungan.

4. Menghina—mengatakan hal-hal yang membuat Anda terdengar lebih baik daripada orang lain. Ini termasuk merendahkan, mengejek, atau memperlakukan orang lain, sepertinya mereka bodoh dan Anda adalah orang yang sempurna.

Filed under: CINTA, INDONESIA KU, INTERNATIONAL, KESEHATAN, SPECIAL NEWS, TIPs & TRIK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Download Area RSS

free counters

%d bloggers like this: