Culture beyond the Classroom

Pacaran = Investasi yang merugikan


Pacaran saat ini dianggap hal wajar, bahkan dianggap wajib bagi seorang remaja. Pacaran bagi sebagian besar remaja dianggap sebagai kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Bila ada seorang tak memiliki pacar dianggap gak gaul n katrok, yang lebih menyedihkan lagi bila tidak pernah pacaran sama sekali dianggap nggak laku (emangnya dagangan ga laku?)

Pacaran merupakan perbuatan yang dilarang dan diharamkan yang saat ini cenderung dihalalkan dan bahkan menjadi sebuah kebutuhan. Pacaran tidak hanya dilarang oleh hukum agama islam tapi juga norma dan budaya di masyarakat. Bahkan di semua agama pun tidak mengenal istilah yang namanya pacaran.

Mengapa pacaran diharamkan serta menjadi sebuah investasi yang merugikan? Di dalam agama Islam bila ada sesuatu hal yang diharamkan atau dilarang pastilah suatu pekerjaan yang sia sia bahkan memiliki akibat buruk, tidak mungkin dilarang apabila membawa kebaikan. Berdasarkan hasil penelitian pacaran itu membawa dampak buruk yang banyak sekali antara lain kejiwaan atau psikologi, kesehatan, waktu, keuangan dan masih banyak lagi.
Dampak buruk pacaran bagi kejiwaan dan kesehatan sesorang adalah pacar merupakan beban pikiran tambahan bagi dirinya. Ia tidak hanya memikirkan dirinya tetapi harus ikut menanggung beban pikiran sang pacar juga. Pacar marah ikut marah, pacar sedih ikut sedih dan seseorang ikut terbawa kondisi pacar. Hal ini meningkatkan tingkat stres yang menjadikan sesorang menjadi tidak kreatif dan cenderung pasif yang mengakibatkan menurunnya tingkat produktifitas seseorang. Semua beban psikologi yang menumpuk dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengakibatkan seseorang jatuh sakit.
Waktu dan keuangan merupakan hal lain yang biasanya paling terasa dari dampak negatif pacaran. Kita akan banyak kehilangan uang dan waktu buat ongkos pacaran. Waktu dan uang kita yang dapat kita investasikan untuk sesuatu yang menguntungkan menjadi hilang sia-sia. Waktu dan uang yang kita miliki juga harus dibagi menjadi dua buat biaya admnistrasi pacaran yang dapat mengakibatkan krisis keuanagan yang berujung pada utang. Padahal pacar belumlah tentu dapat dimiliki atau jadi pasangan, dan bilapun dapat dijadikan istri kecenderungannya biduk rumah tangga gak bertahan lama alias berujung pada perceraian.
Kesimpulan dari pacaran adalah sebuah pekerjaan yang sangat merugikan. Pacaran memiliki dampak negatif yang sistematik sehingga dapat menjadikan sebuah kerugian yang besar bagi seseorang. Pacaran merupakan investasi yang sia-sia tidak memiliki orientasi biaya balik modal yang jelas (BEP) dan cenderung merugikan. So ngapain melakukan pekerjaan sia sia dan merugikan bahkan jelas-jelas diharamkan.

Say No to Pacaran karena merugikan…………..!!!
Pacaran setelah nikah aja…………..!!

Filed under: CINTA, SPECIAL NEWS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Download Area RSS

free counters

%d bloggers like this: