Culture beyond the Classroom

Rakyat Yogya Tolak Rumusan Pemerintah


Rumusan yang ditawarkan pemerintah pusat mengenai Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditentang sejumlah elemen masyarakat di wilayah tersebut.

Mereka secara tegas menolak Gubernur DIY dipilih rakyat dan sebaliknya menegaskan akan memperjuangkan gubernur ditetapkan. Penolakan terhadap rumusan pemerintah di antaranya disampaikan lurah, kepala desa, pamong, dan masyarakat DIY yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Desa Nusantara (Parade Nusantara), paguyuban dukuh DIY ‘Semar Sembogo’, Gerakan Rakyat Mataram, Gerakan Semesta Rakyat Jogja (Gentaraja), dan beberapa elemen lainnya.
Mereka bahkan mengancam akan melakukan gerakan besar-besaran jika pemerintah tetap bersikukuh merealisasikan rumusan tersebut. Sehari setelah pemerintah pusat dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sikapnya, ratusan massa melakukan aksi di Kota Pelajar tersebut untuk menolak rumusan pemerintah pusat.“Kami tetap menolak 100% rumusan itu dan tetap komit untuk mendukung penetapan.

Kami bersama elemen masyarakat DIY lainnya akan bersatu padu dalam satu gerakan untuk mendukung penetapan gubernur,” ujar Wakil Ketua Parade Nusantara DIY Rustam Fathoni, kepada SINDO,kemarin. Kerabat Keraton Yogyakarta, GBPH Joyokusumo mengaku terkejut dengan munculnya pernyataan pemerintah bahwa Pemilihan Gubernur DIY akan digelar secara langsung. Kedudukan gubernur dan wakilnya melekat pada Sultan dan Paku Alam.

“Jangan membuat konsep yang isinya adu domba,” ujar Gusti Joyo yang juga adik Sri Sultan Hamengku Buwono X ini. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DIY, Yoeke Indra Agung Laksana, menyesalkan sikap pemerintah yang bersikukuh mengegolkan gubernur dipilih.Pilihan ini berbeda dengan aspirasi masyarakat Yogyakarta yang pada beberapa kesempatan selalu menyuarakan penetapan. “Tapi, kami menghormati pilihan pemerintah. Ya, karena mekanismenya seperti itu, pemerintah sudah usul pada Dewan (DPR),” ungkapnya.

Pakar sosiologi politik Suryo Adi Pramono menilai ada ambiguitas saat Presiden SBY melontarkan bahwa Sultan tetap menjadi gubernur untuk lima tahun ke depan. “Pernyataan SBY itu berseberangan dengan sikap dari hasil sidang kabinet yang memilih pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur dengan mekanisme pemilihan. Menurut saya, SBY sangat ambigu dan kebingungan,” katanya kemarin.

Direktur Pusat Studi HAM dan Demokrasi Universitas Atmajaya Yogyakarta ini mengatakan, pernyataan SBY juga berseberangan dengan draf RUUK DIY dari pemerintah. “Dalam draf RUUK pemerintah menyebutkan posisi Sultan dan Paku Alam sebagai parardhya yang terpisahkan dari jabatan gubernur dan wakil gubernur. Namun, SBY masih menginginkan Sri Sultan menjadi gubernur lima tahun mendatang,” ungkapnya.

Menurut dia,ada alternatif lain yang bisa mengakomodasi antara pemerintah yang menginginkan pemilihan dan keinginan rakyat Yogyakarta yang menghendaki penetapan.
“Berdasarkan Pasal 18 (UUD), Sultan bisa dipilih di internal kesultanan juga Paku Alam dipilih di internal Puro Pakulamanan. Setelah dipilih,pemerintah bisa menetapkannya sebagai gubernur dan wakil gubernur,” ungkapnya.

Suryo mengatakan, jika pemerintah beranggapan pengisian jabatan harus dilakukan secara demokratis, pemilihan sultan yang dilakukan di lembaga kesultanan sebenarnya juga demokratis.Apalagi di lembaga kesultanan juga ada paugeran (aturan tidak tertulis) yang sudah berumur ratusan tahun sebelum republik ini berdiri.

“Di keraton itu ada kesepakatan antarlembaga kesultanan untuk menentukan sultan.Kesepakatan itu kanjuga bagian dari demokrasi,diakui di sila keempat Pancasila.Demokrasi itu tidak harus pemilihan, tetapi juga kesepakatan,” ujarnya.

Filed under: SPECIAL NEWS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Download Area RSS

free counters

%d bloggers like this: