Culture beyond the Classroom

Lima Aturan Berbicara di CBTC (culture beyond the classroom)


Artikel saya kali ini sangat berhubungan erat sekali dengan artikel yang sebelumnya saya tulis yaitu Pentingnya Sebuah Komunikasi, jika Anda belum membaca saya sarankan untuk membacanya karena jika kita mengetahui untuk apa kita belajar sesuatau (Manfaat dari belajar sesuatu) maka pikiran kita akan lebih mudah menerima sebuah pelajaran.

Lima Aturan Berbicara, Mungkin dalam keadaan sadar (Conscious) ataupun tidak sadar (Subconscious), sengaja maupun tidak di sengaja.

Telah terbukti skill berbicara telah membawa orang-orang di segala bidang menuju puncak sukses. Apakah Anda mengenal sang Orator Bung Karno? Beliau adalah orang yang mampu membuat api-api motivasi bagi seluruh pejuang di Indonesia. Malah pada saat itu Bung Karno hanya mengadalkan media Radio untuk menyebarluaskan pidatonya. Di lihat dari Sistem Reprensentasi, Bung Karno mampu mempengaruhi hanya lewat auditory (Hanya berbicara dan rakyat yang mendengarkan) dari 2 tipe dominan yang lainya yaitu Visual dan Kinesthetic.

Oke, kembali lagi. Lima Aturan Berbicara ini merupakan aturan-aturan yang perlu anda gunakan dimanapun, kapanpun dan pada siapapun agar proyeksi setiap Anda berbicara lebih menjadi Powerfull dan berkualitas.

  1. Pikirkan dulu dampaknya.

Banyak orang sering mengeluarkan setiap ucapanya hanya berisi utnuk mengkiriti dan menyerang orang lain. Dan mungkin ada beberapa orang di sekitar kita sangat ahli dalam hal ini (Master Judge). Mereka biasanya melakukan dengan terbuka ataupun tertutup. Bagi beberapa orang, berkomuniasi dengan lawan bicara sama halnya dengan perang sabit. Tujuanya adalah untuk menang, dan setiap kata-katanya memang di rencanakan utnuk menyerang. Dan jikalau kata-katanya menang pasti akan terasa memuaskan bagi orang tersebut. Jadi Intinya, komunikator Ulung adalah komunikator yang mampu menyesuaikan kata-katanya dengan situasi dan keadaan. Bukan komunkator yang merasa puas setelah mengkritisi habis-habisan lawan bicaranya.

2.Sopanlah dan Orang Akan Menyukai Anda

Apapun tujuan Anda ketika berbicara, misal: Anda sedang memuji seseorang, Marah, dll. Anda harus melakukan semuanya dengan cara yang sopan. Coba saja Anda bedakan, ketika orang yang marah dengan cara yang sopa dan orang yang marah dengan cara yang kasar pasti Anda lebih menyukai orang yang marah dengan sopan dan pasti lebih efektif. Dari sini bisa di bedakan menjadi dua pilihan berbicara yaitu:

a. Cara yang efektif, kualitas, to do the point. Atau malah

b. Cara yang membuat rasa ketakutan, rasa tidak nyaman atau merasa terancam.

Dan setiap cara yang kita akan gunakan akan mebuat setiap implikasi yang hampir sama yaitu utuk menyampaikan apa yang Anda inginkan. Tapi perbedaan besarnya adalah Cara yang A, disampaikan dengan sopan dan santun, di penuhi dengan rasa menghargai, penerimaan, enjoy, antusias Dan cara yang B, adalah cara yang peuh dengan sarkasme, menyalahkan, menghina, mengencam, panik, menakutkan, ingin menang sendiri dan berusaha untuk tetap berkuasa.

3. Berbicaralah Yang Positif Saja

Jadi berbicara bukan semata-mata apa yang Anda ingin katakan atau apa yang ada dalam pikiran Anda. Tapi, kalo kita melihat lebih dalam. Beberapa kata yang kita ucapkan saja bisa membuat pertengkaran besar tapi beberapa kata saja juga bisa menyelesaikan masalah. Jadi intinya, berbicara bisa menjadi bumerang Anda dan juga bisa menjadi Roket Anda tergantung bagaimana cara Anda untuk melakukanya. Dan menurut Edwin H. Sutherland kualitas berbicara setiap orang sangat tergantung pada tiga hal yaitu experience (pengalaman), Atittude (sikap), Knowledge (pengetahuan). Maka, saya sarankan mulai sekarang banyaklah berbicara yang positif untuk mendapatkan ketiga hal di atas ini.

    4. Mengertilah Dulu Apa Yang Anda Bicarakan Sebelum Anda Membicarakanya
    Banyak orang yang hanya bisa berbicara tapi tidak mengerti apa yang di bicarakanya. Jika kita termasuk orang seperti ini maka di jamin, dengan cepat orang akan tidak percaya dan meninggalkan kita. Dampak lainya adalah pasti akan terjadi banyak kesalahpahaman.
    5. Berbcara Itu Ada Saatnya (Tahu kapan harus diam)
    Mungkin ini bisa menjadi peraturan tersulit diantara empat peraturan berbicara yang lainya. Banyak sebab yang membuat diam sangat sulit, sebab terbesarnya kenapa orang tidak bisa menutup mulut adalah karena orang tersebut ingin menunjukan status sosialnya di lingkunganya. Dan walaupun Anda orang yang berwawasan luas tetap ingatlah peribahasa yang di ajarkan guru kita waktu di SD,”Jadilah seperti padi, yang makin berisi akan makin merunduk”. Maksudnya semakin tinggi pengetahuan orang tersebut maka tersebut tidak akan banyak bicara. Bicaralah yang penting saja dan jangan seperti Tong Kosong Yang Nyaring Bunyinya

Lidah tak mepunyai tulang dan tidak terpatahkan tapi lidah bisa menjadi lebih tajam dari pada pedang tertajam di dunia”

Filed under: SPECIAL NEWS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Download Area RSS

free counters

%d bloggers like this: