Culture beyond the Classroom

PC Kini Harus Ramah Lingkungan


FIRMA riset Gartner Inc memperkirakan, volume penjualan PC (personal computer) di Asia Pasifik akan meningkat rata-rata 20,8 persen per tahun mulai 2009 hingga 2014. Gartner menyebutkan, pertumbuhan pesat itu terjadi karena konsumen berlomba membeli PC baru untuk menggantikan PC lama.

“PC-PC lama memendam masalah keandalan. Konsumen memutuskan mengganti PC lama dengan PC baru karena harga PC baru terus melemah dan kinerja komputasi PC baru pun terus meningkat,” ujar Principal Research Analyst Gartner Inc Lillian Tay. Namun, Gartner memperingatkan, konsumen di Asia Pasifik menjadi semakin jeli dalam memilih PC. Gartner memaparkan, PC-PC idaman konsumen di Asia Pasifik pada saat ini adalah PC yang ramah lingkungan.
“Guna memangkas biaya operasi, konsumen di Asia Pasifik mencari PC yang hemat energi, mudah digunakan dan memiliki dukungan layanan daur ulang. Demi pertumbuhan, para produsen PC harus mengakomodasi tuntutan itu,” ucap Tay. Sementara, kelompok perlindungan lingkungan hidup Greenpeace menilai, masing-masing produsen PC utama di dunia pada saat ini memang mengklaim dirinya sebagai produsen PC yang paling ramah lingkungan.

Namun, fakta yang ditemukan Greenpeace ternyata tidak demikian. Survei Greenpeace mengungkapkan bahwa produsen PC terbesar di dunia Hewlett-Packard (HP) Co hanya mampu meraih skor kepedulian lingkungan 4,9 poin. Padahal, Greenpeace menegaskan, skor kepedulian lingkungan tertinggi dalam survei tersebut adalah 10,0 poin.

Sebagai produsen PC terbesar di dunia, Greenpeace memaparkan, HP mampu meraih skor cukup tinggi dalam kategori penghapusan penggunaan kimia berbahaya. Namun, Greenpeace menilai HP memiliki program daur ulang yang buruk. Dalam survei yang sama, PC terbesar ketiga di dunia Dell Inc mampu meraih skor 4,3 poin. Seperti HP, Greenpeace mengatakan, Dell memiliki program penghapusan penggunaan kimia berbahaya yang baik.

Namun, Greenpeace menegaskan, Dell tidak memiliki program daur ulang yang cukup baik. Tepat berada di bawah Dell, Greenpeace menambahkan, produsen PC terbesar kedua di dunia Acer Inc mampu meraih skor 4,1 poin. Dalam penjelasan Greenpeace, Acer memang mendukung penghapusan penggunaan kimia berbahaya dari produk elektronik seperti PC.

Namun, Greenpeace menggarisbawahi, Acer tidak memberikan dukungan cukup besar untuk pengelolaan sampah elektronik karena Acer tidak memiliki program daur ulang yang memadai. Karena itu, Greenpeace menegaskan, Acer harus mengklarifikasi dukungannya terhadap kelestarian lingkungan hidup. Namun begitu, Greenpeace mengungkapkan,Acer mampu meraih nilai yang jauh lebih baik daripada Toshiba Corp. Greenpeace memaparkan, produsen PC terbesar keenam di dunia, Toshiba, ternyata hanya mampu meraih skor 3,5 poin.

Dalam penjelasan Greenpeace, Toshiba meraih skor kepedulian lingkungan yang sangat rendah karena Toshiba tidak memiliki komitmen kuat terhadap penghapusan penggunaan kimia berbahaya dari produk-produk elektronik seperti PC. Lebih parah daripada Toshiba, Greenpeace mengungkapkan, produsen PC terbesar keempat di dunia Lenovo Group Ltd hanya mampu meraih skor kepedulian lingkungan 1,9 poin.

Greenpeace menyebutkan, Lenovo meraih skor sangat rendah karena lambat menghapus penggunaan kimia berbahaya dari produk-produknya. Namun, dari kelompok elite lima produsen PC terbesar di dunia, produsen yang dinilai memiliki tingkat kepedulian lingkungan paling rendah adalah produsen PC terbesar kelima di dunia, ASUSTeK Computer Inc. Hingga kini, Asus belum pernah turut serta dalam survei kepedulian lingkungan Greenpeace.

Filed under: SPECIAL NEWS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Download Area RSS

free counters

%d bloggers like this: