Culture beyond the Classroom

Sumbar tak Siap Jika Tsunami Datang


Kesiagaan Sumbar dalam menghadapi gempa yang berpotensi tsunami masih diragukan. Sebab dari enam buoys yang berfungsi untuk mendeteksi potensi tsunami, salah satu alatnya yang berlokasi di Padangpariaman masih rusak dan hingga kini belum diperbaiki.

Selain itu, bunyi sirene untuk memberitahu potensi tsunami kepada masyarakat sejauh 2 kilometer dari Crisis Centre dinilai belum cukup. Karena itu daerah harus menindaklanjutinya melalui berbagai inovasi untuk membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.

“Upaya kita sudah sangat maju. Informasi gempa sudah kita sebar langsung via Short Message System (SMS) termasuk ada atau tidaknya potensi tsunami. Pilot-pilot proyek pusat krisis atau Crisis Centre pun sudah dibangun seperti di Sumbar, “ungkapnya.

Dikatakannya, alat pendeteksi tsunami sudah diberikan. Untuk perawatan dan inovasi lebih lanjut harusnya daerah yang memikirkan. Jangan lagi dibebankan ke BMKG.

Taupik menyebutkan sekadar mengandalkan alat seperti buoys dan sirene untuk menginformasikan potensi tsunami ke publik tidak cukup. Sebab jangkauan sirene paling jauh 2 kilometer. Karena itu daerah harus membangun system informasi sendiri.

“Saya dengar di Sumbar sudah ada sistem rabab. Namun seperti apa mekanisnya saya belum tahu. Untuk daerah yang tidak punya akses informasi dan komunikasi bisa saja melalui kentongan atau inovasi lainnya.

“Yang penting informasi bisa cepat sampai ke masyarakat,” tukasnya.

Menurutnya Pemda sudah seharusnya bisa mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan daerah. Sebab petugas dari daerah sudah sering mengikuti workshop di Jakarta.

“Informasi sudah kita suplai. Untuk tindak lanjutnya daerah yang harus memikirkan,” tandasnya.

Sekretaris Satrkorlak Sumbar Sudirman Gani, menyebutkan pascagempa tidak ada alat pencatat gempa, pendeteksi tsunami dan sirene yang rusak.

“Gedungnya saja yang rusak. Alat masih berfungsi. Layar monitor pemantau potensi tsunami masih hidup. Yang rusak kan hanya di Padangpariaman. Itukan alat milik BMKG. Hanya saja ditempatkan di daerah kita. Untuk merawatnya kita memang tidak sanggup karena butuh dana besar. Sirene juga masih hidup. Pas gempa tidak dibunyikan karena memang tidak ada potensi tsunami,” jelasnya.

Namun untuk mengkomunikasikan informasi gempa dan potensi tsunami ke masyarakat Sudirman mengaku masih mengandalkan Orari dan Rapi.

“Alat sistem peringatan dini kita sudah minta ke pusat agar ditambah. Namun belum ada respons. Yang pasti kita sudah sangat terbantu dengan adanya informasi via SMS dari BMKG,” ungkapnya.

Selain itu katanya, kantor Crisis Center yang permanen sudah disiapkan di kawasan by pass. Desainnya sudah siap dan akan diusulkan dalam APBD 2010. “Nantinya akan sekaligus menjadi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar,” ujarnya.

Ia juga meminta kabupaten/kota yang terancam tsunami segera menuntaskan pembangunan jalur evakuasi. Pembebasan lahan harus dilakukan dengan cara apapun.

“Kalau perlu daerah menggunakan Perpres No 35 tahun 2005 untuk membebasakan lahan masyarakat yang dilalui jalur evakuasi tsunami. Inikan untuk kepentingan banyak orang bukan orang per orang. Jadi harus ada ketegasan dari kepala daerah untuk pembebasan lahan yang masih bermasalah,”pungkasnya.

Filed under: SPECIAL NEWS

One Response

  1. rizal says:

    rasanya bila tak keberatan kan sudah banyak konsep penditeksi tsunami tepat guna yang siap mendampingi peralatan lainnya yang lebih canggih, seperti yang ada di amatiradio.blogspot.com
    realita, wajar bisajadi masuk akal bila kita cermati dengan sedikit memiliki ilmu dan menguasai teknologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Download Area RSS

free counters

%d bloggers like this: