Culture beyond the Classroom

Pemerintah tak Pernah Serius Urus Warga Terancam Tsunami


Ketua DPD PDI Perjuangan Sumbar Alek Indra Lukman menganggap pemerintah, tak pernah serius mengurus warganya yang tengah terancam gempa disertai tsunami. Penilaian ini disampaikan Alek, dengan latar belakang pengalaman Sumbar diguncang gempa pada 2007 dan 2009 silam, yang seolah tak memberikan pelajaran apapun kepada pemerintah terutama kepala daerah di sepanjang pesisir barat Sumbar.

Pengalaman yang dirasakan Alek dan ratusan ribu jiwa warga Padang lainnya yakni, tak bisanya menuju titik yang telah dikatakan aman oleh pemerintah, melalui ruas jalan yang ada. Hal ini dialami warga saat gempa 2007 silam dan kembali berulang pada gempa 30 September 2009 lalu. Untuk mencapai Jalan Perintis Kemerdekaan (kawasan Jati-red) dari Jalan Ratulangi (tak sampai sejauh 1 km-red), terangnya, dibutuhkan waktu sejam lebih. Kenyataannya, kawasan Jati ini masih berada di zona bahaya.

“Sebagai ummat beragama, kita memang hanya bisa pasrah menjalani takdir yang ditimpakan-Nya. Akan tetapi, pemerintah tak boleh pasrah. Haram hukumnya bagi mereka (pemerinta-red) untuk pasrah,” terang Alek, Sabtu (16/10/2010).

Kekhawatiran Alek ini, tak bisa dilepaskan dari pernyataan Staf Ahli Presiden Bidang Penanggulangan Bencana dan Sosial, Andi Arief usai seminar tentang Mitigasi Gempa, di Auditorium Gubernur Sumbar, Selasa (12/10/2010)lalu. Saat itu, Andi Arief mengungkapkan, ada tujuh provinsi dan 13 kabupaten/kota yang memiliki potensi gempa dan tsunami. Namun, Andi Arief memastikan, pemerintah pusat berkonsentrasi penuh pada potensi gempa dan tsunami di Sumbar.

Menurut Alek, pembangunan escape building yang kini tengah dibangun pemprov di komplek rumah bagonjong, tak akan berdampak pada upaya penyelamatan warga yang bermukim di pesisir pantai. “Kantong-kantong pemukiman warga itu, di sepanjang bibir pantai. Apa yang telah dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan warga di kawasan ini. Tak ada,” tegas Alek. “Escape building itu tak lebih untuk menyelamatkan gubernur beserta pegawainya. Nasib warga entah siapa yang memikirkannya.”

Desakan Alek agar pemerintah segera bertindak, tampaknya selaras dengan gerakan yang digalang sekelompok masyarakat di jejaring sosial, facebook. Salah satunya, halaman bertemakan “Gerakan Facebookers Mendesak Pemerintah Membangun Dinding Laut Kota Padang.” Pengelola halaman itu, Emeraldy Chatra, juga mengajak tokoh masyarakat/pemuda/siapa saja yang bersedia mempelopori gerakan ini di dunia nyata, bukan hanya di alam maya.

Dalam forum diskusinya, Emeraldy Chatra menulis tentang pentingnya dibangun dinding laut ini. Sebab, warga yang berada di zona bahaya, zona satu dan zona dua, setiap waktu terus hidup dalam kecemasan yang tinggi. Sehingga, setiap orang bersikap sangat reaktif dan panik ketika terjadi gempa, apalagi gempa dengan kekuatan cukup keras. Sedikitnya, 19 komentar hadir di laman yang telah diikuti 10.213 pengguna facebook itu.

Peta Evakuasi Tak Menjelaskan Apapun

Menurut Alek, peta evakuasi yang dibagi-bagikan ke warga oleh pemerintah maupun berbagai organisasi kemasyarakatan (NGO’s), masih belum mampu menjelaskan ke warga terutama tentang upaya penyelamatan diri ke titik aman.

“Jika kita mencermati peta evakuasi itu sesuai dengan legend yang ada, yang tampak hanyalah tanda panah yang mengarahkan kita, untuk menuju titik tertentu di Kota Padang yang dianggap aman dari jangkauan tsunami,” terangnya.

Faktanya, tegas Alek, akses transportasi menuju titik aman tersebut masih belum berubah. Kondisinya masih seperti saat gempa 2007 dan 2009 lalu. “Bagaimana warga mau menyelamatkan diri kalau masih seperti itu,” tegasnya.

Alek menyarankan kepala daerah terutama kepala daerah yang daerahnya berada di pesisir pantai, untuk berani mengabaikan aturan yang ada. Seperti, tak perlu mempedomani rencana tata ruang dan rencana wilayah (RTRW) dulu, demi menyelamatkan nyawa ratusan ribu warga yang diprediksi akan jadi korban jika gempa disertai tsunami melanda Padang.

Filed under: SPECIAL NEWS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RSS Download Area RSS

free counters

%d bloggers like this: